Bagi saya, menikah itu penting. Mengapa saya anggap penting karena saya sering kepikiran dan resah karena hal tersebut. Lha memangnya untuk apa memikirkan hal yang tidak penting? 😅
Kebetulan saya orang yang percaya bahwa “learning by doing” adalah cara belajar yang efisien, itu sebabnya saya tidak terlalu memikirkan hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk hidup bersama istri apalagi saya kurang peduli dengan seminar-seminar membangun keluarga 😁. Saya anggap pasca menikah, saya dan istri akan terus belajar bersama dengan kasus dan solusi yang sesuai dengan keluarga saya, bukan kasus si pemateri seminar atau keluarga lain.
“Lha tapi kan masalah orang lain bisa jadi referensi dan pembelajaran”, pasti ada yang bilang begitu. Ya bisa jadi benar, tapi solusinya akan tetap disesuaikan. It's about common sense.
Konteks saya ini diluar permasalahan materi dan finansial ya. Kalau masalah itu bakal dibahas terpisah.
Saya tidak sedang memberi tip & trick keluarga, cuma ingin mengisahkan bekal yang harus dibawa secara individu sebelum menikah. Bekal individu lho ya, bukan pasangan. Perbaiki dulu kehidupan sendiri hehe.
Satu yang paling penting adalah Bijak Kelola Ego. Di baca ya! Bayangin aja, ada banyak ego nanti setelah nikah. Pribadi, orang tua, dan pasangan.
Selanjutnya tentang komunikasi. Perhatikan komunikasi dengan orang lain, rekan, kerabat, orang tua, dan berbagai jenis orang. Saya ndak akan tahu 100% sifat pasangan saya sebelum saya hidup bersama tiap hari. Nah, jadi saya harus persiapkan 1001 cara komunikasi, tentunya yang membawa ketentraman. Nada bicara, diksi, gesture tubuh, timming, diskusi dan lainnya. Kalau Anda masih fokus sama mabar game (nyuekin) saat di ajak ngomong orang lain, ya itu contoh cikal bakal menyakiti hati pasangan saat berumah tangga kelak.
Terahkhir, jangan males. Males dari segala hal: males mikir, males bersih-bersih, males gerak, males kerja, dan males-males lainnya. Bayangin ternyata pasanganmu super rajin, hadeeeh matilah Anda! 😅. Ini sebenarnya tujuannya memudahkan untuk bagi-bagi tugas karena saya bakal kolaborasi sampai mati, bukan kompetisi.
Tiga hal penting itu sih persiapan saya untuk bekal menikah, lainnya saya dan istri belajar bareng. Seru!