Sering kali, kita merasa dunia ini milik kita, dan kita berhak melakukan apa saja di dalamnya. Dalam setiap langkah, kita merasa bebas, tanpa peduli dengan lingkungan di sekitar kita. Kadang kita berkata, "Ini hak saya," seolah-olah dunia dan segala isinya hanya ada untuk kita nikmati. Namun, pernahkah kita bertanya: Mengapa saya diberi kemampuan untuk berinteraksi dengan dunia ini? Untuk apa saya diberi tanggung jawab atas lingkungan di sekitar saya? Dan kalau segala yang saya lakukan memengaruhi orang lain, apa yang seharusnya saya lakukan untuk menjaga kedamaian di sekitar saya?
Mengapa kita sering kali mengabaikan ini? Apa yang terjadi pada generasi kita? Dalam dunia yang begitu sibuk dan serba cepat, sering kali kita terlalu fokus pada kepentingan pribadi. Kita hanya memikirkan kenyamanan diri kita, tanpa melihat bagaimana tindakan kita bisa berdampak pada orang lain. Ketika kita berbicara dengan keras di kantor, kita mungkin tak sadar bahwa kata-kata kita bisa menjadi gangguan bagi seseorang yang sedang berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Begitu pula, saat kita berbincang di tengah jalan, kita mungkin tak sadar bahwa pengendara di belakang kita kesulitan untuk bergerak maju.
Sama seperti dalam hidup, di mana kita harus belajar untuk melihat lebih besar daripada diri kita sendiri, dalam setiap situasi, kita juga harus mampu membaca dan memahami lingkungan sekitar. Situational awareness bukan hanya tentang kesadaran diri, tetapi juga tentang bagaimana kita menyelaraskan tindakan kita dengan keadaan yang ada. Menjadi sadar akan lingkungan, mengetahui kapan saatnya berbicara dan kapan saatnya diam, mengetahui kapan saatnya bergerak cepat dan kapan saatnya memberi ruang bagi orang lain.
Kita sering kali lupa bahwa dunia ini bukan milik kita seorang. Kita hidup berdampingan dengan banyak orang, yang juga memiliki kebutuhan, perasaan, dan hak atas kenyamanan mereka. Ketika kita bersikap tanpa mempertimbangkan situasi sekitar, kita justru menciptakan ketidakharmonisan. Kita mungkin merasa seakan semuanya berjalan sesuai keinginan kita, namun sejatinya, keberhasilan kita dalam berinteraksi dengan dunia ini bergantung pada seberapa peka kita terhadap lingkungan di sekitar kita.
Hidup ini bukan hanya tentang apa yang bisa kita ambil, tetapi juga tentang apa yang bisa kita berikan untuk menciptakan kedamaian di sekeliling kita. Sebagai individu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dalam setiap interaksi kita, baik itu di tempat kerja, di jalan raya, atau dalam kehidupan sosial kita. Kita bisa belajar untuk lebih berhati-hati, lebih sensitif terhadap kebutuhan orang lain, dan lebih bijaksana dalam bertindak.
Keputusan kecil, seperti berbicara dengan volume yang lebih rendah di kantor, atau memberi ruang bagi pengendara di belakang kita, dapat membawa dampak yang besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih harmonis. Kita perlu ingat bahwa dunia ini bukan milik kita seorang, melainkan titipan yang harus kita jaga dengan penuh kesadaran dan perhatian.