Original puisi:

Sewindu sudah dan terasa berarti Jiwa ku tak sedikit pun merasa bosan Rangkaian tubuh ini pun, seluruh kendalinya terbius oleh kerinduan Enam kurang seperempat, selalu tepat menemani kesunyian Secangkir seduhan kopi pahit tertuang, membuka manisnya ingatan. Kebohongan tak terelahkan Kompromi kerinduan tak dapat terbantahkan Di senja yang singkat ini, ku kecup bibir cangkir itu Seraya menanti kehadiranmu Bersama kehangatan kenangan, dan kesunyian sewindu terakhirku

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Cangkir Rindu", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/rakacong/5f254a5f097f365828148033/cangkir-rindu

Kreator: Surya Jaya Raka

Musikalisasi (by AI):

Cangkir Rindu (3).mp3